Awas, Perubahan Iklim Bisa Picu Gangguan Jiwa
Perubahan iklim dapat menimbulkan depresi, gangguan cemas, hingga bunuh diri. Bagaimana bisa?

By libert yonas 11 Jan 2018, 13:19:45 WIB Hidup Sehat
Awas, Perubahan Iklim Bisa Picu Gangguan Jiwa


Awas, Perubahan Iklim Bisa Picu Gangguan Jiwa

Klikdokter.com, Jakarta Perubahan iklim kerap dihubungkan dengan efek buruk terhadap lingkungan dan kesehatan fisik masyarakat. Ternyata, tak hanya sampai di situ. Laporan terkini dari American Psychological Association, Climate for Health, dan ecoAmerica menyebutkan bahwa perubahan iklim berimbas besar terhadap kondisi kejiwaan seseorang.

Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan jiwa bisa terjadi secara langsung maupun bertahap.

Dampak langsung lebih terkait dengan bencana alam—seperti badai dan banjir— yang membuat orang terluka, kehilangan harta benda, serta orang-orang yang dicintai. Kondisi ini dapat menyebabkan depresi, gangguan cemas, dan post-traumatic stress disorder (PTSD/ gangguan stres pascatrauma).

Sementara itu, dampak perubahan iklim yang terjadi bertahap berhubungan dengan kemarau panjang dan peningkatan batas permukaan laut.

Kemarau panjang atau kekeringan menyebabkan petani mengalami kesulitan ekonomi. Permukaan laut yang semakin meningkat lama-kelamaan memaksa orang untuk berpindah tempat tinggal.

Akibatnya mereka mengalami gegar budaya, isolasi, serta kehilangan kontak sosial, pekerjaan, dan pendapatan. Semua hal ini dapat memicu depresi, penggunaan obat-obat terlarang, dan bahkan bunuh diri.

Penelitian Soal Perubahan Iklim & Gangguan Jiwa
Psikolog James Rubin dari King’s College London meneliti dampak psikologis banjir sebagai salah satu efek perubahan iklim, yang kini juga banyak terjadi di negara maju.

Ia menyebarkan survei kepada 8.000 orang yang tinggal di area yang mengalami banjir pada tahun 2013–2014 untuk mencari tanda-tanda depresi dan gangguan cemas.

Lebih dari 2.000 orang menjawab survei tersebut. Berdasarkan jawaban-jawabannya, mereka kemudian dikelompokkan sesuai tingkat paparan terhadap banjir—apakah langsung, tidak langsung, atau tidak sama sekali—dan jenis kondisi gangguan jiwa yang mungkin dialami.

Didapatkan bahwa kelompok yang terkena banjir secara langsung memiliki masalah kejiwaan terbesar. Sebanyak 20% mengalami depresi, 28,3% gangguan cemas, dan 36% PTSD.

Pada kelompok yang tidak terkena banjir secara langsung (hanya terjadi di lingkungan tetapi tidak di dalam rumah), 10% mengalami depresi dan 15% PTSD. Yang tidak terkena banjir sama sekali, hanya 6% yang mengalami depresi dan 8% PTSD.

Efek perubahan iklim seperti banjir, kemarau panjang, meningkatnya permukaan laut, dan suhu lingkungan dapat meningkatkan stres psikologis melalui berbagai cara. Kesulitan ekonomi, hilangnya kontak sosial, dan trauma adalah beberapa di antaranya.

Karena itu, untuk mengurangi stres dan mencegah gangguan jiwa yang lebih berat akibat perubahan iklim, diperlukan komunitas masyarakat yang tangguh dan mampu memberikan dukungan sosial. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

  • avatar-1

    Steven

    Apakah bisa mmpi di sini? Jadwalnya jam berapa ...

  • avatar-1

    libert

    penyebab gangguan jiwa apa saja yang bisa dipahami oleh ...

  • avatar-1

    Imran

    Gimana cara mengobati ...

  • Lihat Semua

Jejak Pendapat

Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website Resmi Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat
  Sangat Bagus
  Bagus
  Kurang Bagus
  Jelek

Video Terbaru

Lihat Semua Video